Khusyu dan keberhasilan

Was ta’ienuu bisshabri wassholaati, wainnahaa lakabiiratun illaa ‘alal khoosyi’ien

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya sholat itu (terasa) berat-memberatkan, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’

Ada dua kemampuan yang penting dimiliki oleh seorang profesional dalam berkarir. Yang pertama kemampuan atau pemahaman kontekstual (CONTEXT). Yang kedua pemahaman materi, kandungan, atau CONTENT.

Orang belajar mendalami Teknik Mesin di sekolah-sekolah bagus, agar ia faham segala hal perilaku mesin yang dipakai di dunia industri. Dengan faham, ia bisa bekerja dengan baik, ikut berkontribusi dalam proses produksi. Kualitas produk bisa diterima pasar, pada akhirnya. Ini kemampuan CONTENT

Ia kemudian perlu tahu hubungan lainnya. Ia perlu tahu hubungan proses produksi dengan pemasaran, proses produksi dengan sumber daya manusia, proses produksi dengan pergudangan, proses produksi dengan lingkungan hidup. Dengan faham hubungan, ia bisa memikirkan pertimbangan lain yang lebih lengkap dan bermanfaat bagi komunitas lebih luas. Kemampuan ini lebih terkait CONTEXT

Professional yang berhasil dicirikan oleh ketajamannya atas CONTENT dan keluasan wawasannya atas CONTEXT. Bagaimana ini bisa dicapai?

Ada satu kata : KHUSYU’

Khusyu adalah konsentrasi, mencurahkan perhatian lebih pada sesuatu, berusaha untuk menghindari segala sesuatu yang memalingkan fiiran darinya. Khusyu berarti sadar, tidak hanyut, tidak tenggelam dalam alam yang lain. Khusyu berarti tetap berada di kekinian dan kesinian, tetap memahami lingkungan sekitar, tetap kontekstual.

 

Halangi olehmu orang lain yang lewat di depanmu ketika Anda sedang menjalankan sholat. Bunuh olehmu ular, kalajengking, atau hewan lain yang berbahaya, yang dapat menggigitmu ketika Anda sedang sholat. Anda bukan sedang “bersemedi” yang tak peduli bakal ada binatang beracun yang bisa menggigitmu. Mencegah orang lain yang bakal menghalangi sholat, atau membunuh binatang beracun yang hendak menggigitmu tidak mengurangi kekhusyu’an. Membuka, tidak memejamkan mata, ketika sholat juga tidak mengurangi kekhusyu’an sholatmu.

 

Tapi khusyu adalah melaksanakan segala upaya untuk menghadapkan dirimu, jiwa dan ragamu, pikiran dan perasaanmu, segala sumber daya yang kamu miliki, untuk dikerahkan sekuatnya bagi hubungan komunikasi dengan Sang Khalik, ALLAH swt. Khusyu ada pada proses, bukan pada hasil, seperti halnya kebahagiaan, kesuksesan, keimanan, ketakwaan, keihsanan, dll. Maka menjadi lebih khusyu dari waktu ke waktu, atau menjadi tetap khusyu dari waktu ke waktu adalah lebih penting daripada menjadi khusyu’ itu sendiri.

 

Menjadi khusyu’ tidak atau tidak boleh menghilangkan kesadaran akan diri dan lingkungan. Karena sama sekali kita tidak bisa memahami TUHAN yang jiwa-raga ini dihadapkan, kecuali melalui kesadaran akan diri dan lingkungan kita, yang adalah makhluk-NYA. Content pemahaman akan TUHAN hanya dapat difahami melalui pemahaman CONTEXT hubungan komunikasi dan hubungan penciptaan TUHAN atas ciptaan-NYA

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: